SEKILAS INFO
: - Minggu, 17-10-2021
  • 8 bulan yang lalu / Penerimaan Pserta Didik Baru (PPDB) gelombang I : 15 Maret-10 April 2021
  • 8 bulan yang lalu / Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) gelombang II : 21 Mei-31Juni 2021
Pendidikan Islam Solusi Bangsa Indonesia

“Harus diakui bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat telah memberi dampak terhadap perubahan di segala bidang, baik ekonomi, politik, sosial, budaya maupun pendidikan. Namun, pendidikan umum saat ini nampaknya belum mampu memberikan perbaikan moral bagi manusia. Padahal, kontribusi ini, perbaikan moral, sangatlah penting. Oleh karena itu, kita perlu menanamkan pendidikan Islam bagi bangsa, terutama untuk generasi muda.”

Pendidikan Barat yang telah lama kita kenal dan pelajari belum cukup memberikan suatu pencerahan yang bersifat transendental: ketuhanan atau kerohanian. Seperti kita ketahui pendidikan Barat didasarkan pada filsafat atau paham Rasionalisme yang memiliki tiga tujuan pokok. Pertama, tujuan keilmuan artinya setiap orang memasuki sesuatu sekolah ia harus memperoleh ilmu pengetahuan atau sains. Kedua, tujuan keterampilan kerja. Artinya, setiap lulusan sekolah harus mampu bekerja atau mampu melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi yang pada akhirnya untuk bekerja juga. Ketiga, tujuan kesehatan dan kekuatan fisik. Artinya setiap lulusan harus mengetahui cara sehat dan cara menjadi orang kuat.

Jadi, sebenarnya kurikulum pendidikan yang dibangun dari filsafat Rasionalisme dan Materialisme itu terdiri dari tiga materi pokok, yaitu: materi kegiatan untuk tujuan penguasaan ilmu (sains), materi kegiatan untuk tujuan penguasaan kemampuan kerja, dan materi kegiatan untuk tujuan sehat serta kuat. Tujuan pendidikan sekular ini hampir tidak menyinggung pendidikan moral/akhlak.

Dapatlah dikatakan bahwa sistem pendidikan sekular sekarang ini sering mengalami krisis yang akut. Itu tidak lain karena proses yang terjadi dalam pendidikan yang hanya sekedar pengajaran yang bersifat duniawi semata. Bahkan, Ahmad Tafsir (2014) menyatakan bahwa peradaban barat dan sistem pendidikannya hancur dan gagal dalam memanusiakan manusia berawal dari dasar paradigma yang digunakan adalah Rasionalisme dan Materialisme tersebut.

Menurut pandangan Islam, pendidikan harus mengutamakan pendidikan keimanan. Pendidikan di sekolah juga demikian. Sejarah telah membuktikan bahwa pendidikan yang tidak atau kurang memperhatikan pendidikan keimanan akan menghasilkan lulusan yang kurang baik akhlaknya. Akhlak yang rendah itu akan sangat berbahaya bagi kehidupan bersama, dapat menghancurkan sendi-sendi kehidupan bersama. Bahkan, ini dapat menghancurkan negara dan dunia. Lulusan sekolah yang kurang kuat imannya akan sangat sulit menghadapi kehidupan pada zaman yang benar-benar global di masa mendatang.Ketiga, Pendidikan akhlak. Ini merupakan hal yang harus sungguh-sungguh mendapat perhatian ekstra dari semua pihak terutama para orang tua dan para pendidik baik lingkungan sekolah maupun di luar sekolah (keluarga). Pendidikan akhlak akan melahirkan generasi rabbani, atau generasi yang bertaqwa, cerdas, dan berakhlak mulia.

TINGGALKAN KOMENTAR