SEKILAS INFO
: - Minggu, 17-10-2021
  • 8 bulan yang lalu / Penerimaan Pserta Didik Baru (PPDB) gelombang I : 15 Maret-10 April 2021
  • 8 bulan yang lalu / Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) gelombang II : 21 Mei-31Juni 2021
BARA API ISLAM

“dan sungguh, kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penjelasan dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan sebagai pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa“ (QS. An-Nuur: 34)

Berkaitan dengan ayat ini Sysikh Shafiyyurahman Al-Mubarakfuri dalam bukunya Shahih Tafsir Ibnu Katsir halaman 392 menuliskan bahwa berkaitan tentang penggalan ayat “dan contoh-contoh dari orang terdahulu sebelum kamu” maksudnya adalah kisah-kisah tentang umat-umat terdahulu berikut tentang apa yang menimpa mereka akibat ulah mereka maka semua itu adalah “dan kami jadikan mereka sebagai pelajaran dan contoh-contoh bagi orang yang kemudian.” (QS. Az-Zukhuf:56)

Al-Quran merupakan petunjuk bagi kehidupan manusia. Memberikan penjelasan kepada manusia mengenai apa yang harus ia lakukan ketika menjalani hidup di dunia. Baik berupa perintah maupun larangan dari sang pencipta manusia. Kalau kita komparasikan surah An-Nuur ayat 43 dengan realita kehidupan kita sehari hari. Maka akan sangat tampak bahwa apabila seorang manusia berjalan tanpa ada petunjuk maka ia akan cenderung ragu-ragu atau gelisah dalam menjalani kehidupan di dunia ini.

Coba kita cermati kisah dari seorang pemuda bernama Eek dalam cerita ini tentu saja dengan nama alias demi kebaikan bersama, ia kuliah dikampus salah satu universitas di kota palangkaraya. Sebelum masuk di universitas tersebut ia sudah pernah masuk di dua universitas yang berbeda. Karena alasan tertentu ia berhenti hanya menempuh paling lama satu semester. Eek berteman dengan bayu seorang anak rohis dikampusnya. Eek sering menceritakan setiap keadaannya kepada bayu walaupun tidak semuanya namun masih bisa menggambarkan bagaimana kondisi dirinya saat itu. “aduh, bosen kuliahni coy, kayak ini ja kadida perubahan[1] kalimat ini sering sekali ia ucapkan.

Eek merasa bahwa hidup di dunia ini membosankan, tidak bergairah, dan hatinya selalu gelisah. Keadaan Eek yang seperti itu tidak lepas dari bagaimana cara Eek memandang hidup dan bagaimana cara Eek menjalani didup.

Cara memandang dan cara menjalani hidup sesungguhnya tidak terlepas dari apa yang Islam sebut dengan Ukdatul Kubro(tiga simpul besar) yaitu tentang pertanyaan dari mana manusia ini ada?, untuk apa manusia di dunia ini?, dan akan kemana manusia setelah mengalami kematian?. Jika ia menjawab Ukdatul Kubro ini dengsn benar maka manusia sudah pasti mampu memandang hidup dan menjalaninya dengan benar. Tentu saja jawaban yang pasti benar dari Ukdatul Kubro ini berasal dari informasi yang di berikan oleh pencipta manusia yaitu Allah SWT dalam sebuah kitab suci yang terjaga yaitu Al-Quran al-karim.

Maka dari itu sepantasnyalah kita yang sudah menjawab pertanyaan ukdatul kubro dengan benar akan bertambah iman dan takwa kita kepada allah SWT. Sehingga apabila pada saatnya nanti kita mendapatkan ujian dari Allah SWT yang tidak kita inginkan. Maka kita kembalikan lagi semuanya kepada allah SWT. Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nuur ayat 52: “dan barang siapa taat kepada Allah dan rasul-Nya serta takut kepada Allah dan bertakwa pada-Nya, mereka itulah orang-orang yang mendapat kemenangan”

Kemenangan bagi orang-orang yang miskin adalah menjadi kaya. Kemenagan bagi orang-orang yang sulit bertemu jodoh adalah bertemu dengan jodohnya. Kemenangan bagi orang yang susah punya anak adalah mampu punya anak, kemenangan bagi yang susah dapat kerjaan, dapat kerjaan yang diingin kannya  yang susah lulus kuliah, cepat lulusnya dan lain sebagainya. Sehingga sayang sekali kesempatan hidup di dunia ini kita habiskan hanya dengan perbuatan siya-siya yang menjauhkan kita dari Allah SWT. Maka dari itu ayo kita mulai memperbaiki atau mempermak kembali hidup kita dengan membuka kembali lembaran-lembaran ayat suci Al-Qur’an supaya kita masuk kedalam golongan orang-orang yang menang. Namun tidak hanya membacanya kita juga harus menghafalkannya apalagi kita berada dalam lingkungan SMA IT ARAFAH dimana di dalam kurikulumnya ada jadwal khusus menghafal Al-Quran baik bagi guru dan Siswanya. Cara kita dalam menghfalkan Al-Quran tergantung dengan seberapa kuat tekat kita dan seberapa penting hal tersebut bagi kita.

***

[1] Aduh, bosan kuliah coy, seperti ini saja, tidak ada perubahan.

 

TINGGALKAN KOMENTAR