Sampit, 6 November 2025 — Siswa kelas XI A Putra dan Putri SMA IT Arafah mengikuti kunjungan pembelajaran ke Palang Merah Indonesia (PMI) Kotawaringin Timur. Kegiatan ini menjadi bagian dari pelajaran Biologi yang dipandu oleh Mam Dita Wardianur, S.Pd. Tujuannya memperdalam pemahaman siswa tentang sistem peredaran darah serta menumbuhkan empati dan kepedulian sosial.
“Kami memilih PMI karena lembaga ini berperan penting dalam bidang kemanusiaan dan kesehatan,” ujar Mam Dita. “Siswa bisa melihat langsung bagaimana teori Biologi diterapkan dalam kehidupan nyata.”
Belajar Biologi Langsung dari Kehidupan
Dalam kunjungan ini, siswa mempelajari peredaran darah, komponen darah, serta golongan darah ABO dan Rhesus. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga mengamati proses donor darah, pengelolaan darah donor, dan pemeriksaan golongan darah secara langsung.
Selain itu, kegiatan ini membantu siswa memahami hubungan antara teori dan praktik. “Melalui kegiatan ini, konsep Biologi yang abstrak jadi lebih nyata dan mudah dipahami,” jelas Mam Dita. “Siswa menyadari bahwa darah bukan sekadar teori, tetapi bagian penting dari kehidupan.”
Lebih jauh, pembelajaran di PMI juga menanamkan nilai empati, gotong royong, dan kepedulian sosial. Dengan cara ini, siswa belajar bahwa membantu sesama bisa dimulai dari langkah kecil seperti donor darah.
Antusiasme dan Pembelajaran Bernilai
Selama kegiatan berlangsung, antusiasme siswa terlihat sangat tinggi. Mereka aktif bertanya tentang proses donor, alat medis, hingga syarat menjadi pendonor. Kemudian, beberapa dari mereka bahkan menyatakan keinginan untuk menjadi relawan PMI di masa depan.
Salah satu siswa berbagi pengalamannya,
“Bagian paling menarik itu saat cek golongan darah. Saya belajar cara menjaga diri dan menolong orang lain. Kegiatannya luar biasa dan bikin lebih paham dibanding belajar di kelas.”
Sementara itu, siswa lain menilai kegiatan ini menyenangkan dan inspiratif. Mereka berharap sekolah kembali mengadakan kunjungan serupa. Bahkan, beberapa mengusulkan lokasi baru seperti museum, pabrik pengolahan, atau rumah sakit agar bisa terus belajar dari pengalaman nyata.
Refleksi Guru
Bagi Mam Dita, pengalaman paling berkesan adalah melihat semangat belajar para siswa. Mereka tampak antusias, berani bertanya, dan mampu menghubungkan teori Biologi dengan praktik lapangan.
“Saya bangga melihat mereka berani bereksplorasi. Mereka juga menunjukkan empati tinggi pada petugas PMI,” ungkapnya.
Kemudian, hasil kunjungan ini akan dimanfaatkan dalam pembelajaran lanjutan. Siswa diminta menulis laporan observasi dan refleksi pribadi, lalu membuat kampanye pentingnya donor darah di sekolah. Dengan demikian, pengalaman ini tidak hanya berhenti di lapangan, tetapi juga menginspirasi tindakan nyata di lingkungan sekolah.
Pendidikan yang Menghidupkan Nilai
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan di SMA IT Arafah tidak berhenti di ruang kelas, melainkan hidup di tengah masyarakat. Melalui pembelajaran kontekstual seperti ini, siswa tidak hanya belajar tentang organ tubuh, tetapi juga memahami nilai kemanusiaan.
Selain itu, kegiatan semacam ini menegaskan bahwa sains dan moral dapat berjalan beriringan.
“Kami ingin setiap siswa sadar bahwa ilmu yang mereka pelajari berdampak bagi kehidupan. Biologi bukan hanya soal tubuh manusia, tapi juga tentang kepedulian terhadap sesama,” tutup Mam Dita.
Pada akhirnya, kunjungan ke PMI menjadi pengalaman bermakna yang menumbuhkan rasa empati, semangat belajar, dan tanggung jawab sosial pada diri siswa.
