Kategori: Berita

  • Richa Raih Juara Favorit di Ajang The Raising Dai 2025

    Richa Raih Juara Favorit di Ajang The Raising Dai 2025

    Sampit – Prestasi membanggakan kembali hadir dari ajang The Raising Dai 2025. Salah satu peserta, Richa, berhasil meraih predikat Juara Favorit setelah tampil memukau dalam kompetisi yang menghadirkan para dai muda berbakat dari berbagai daerah.

    Dalam penampilannya, Richa menunjukkan kemampuan dakwah yang kuat, penyampaian yang komunikatif, serta penguasaan materi yang matang. Penampilan tersebut mendapatkan respons positif dari para juri dan audiens hingga akhirnya mengantarkan dirinya menjadi peserta favorit dalam ajang tersebut.

    Kepala sekolah, Fahrizal, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini tidak hanya menjadi kebahagiaan bagi Richa, tetapi juga inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk terus mengembangkan diri.

    “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih Richa. Ini adalah bukti bahwa potensi siswa dapat berkembang dengan baik ketika diberikan ruang, dukungan, dan pembinaan yang tepat,” ujar Fahrizal.

    Ia juga menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan siswa ke depan.
    “Kedepannya, kami akan terus tingkatkan pembinaan dan pengembangan potensi siswa, baik akademik maupun non akademik, yang bermanfaat bagi masa depan mereka di dunia dan di akhirat,” tambahnya.

    Prestasi ini diharapkan semakin memotivasi siswa lainnya untuk terus berusaha, berlatih, dan menimba ilmu, serta aktif berpartisipasi dalam kegiatan positif yang dapat memperkuat karakter dan kemampuan diri.

  • Siswa SMA IT Arafah Sampit Raih Juara 3 MTQ di Ajang PAI FAIR 2025 Kalimantan Tengah

    SMA IT Arafah Sampit kembali mencatatkan prestasi yang membanggakan di tingkat provinsi. Pada gelaran PAI FAIR 2025 Kalimantan Tengah, salah satu siswa terbaiknya, M. Rusdi, berhasil meraih Juara 3 Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Kabar gembira ini diumumkan pada Selasa, 11 November 2025, dan langsung mendapat sambutan hangat dari warga sekolah serta para orang tua siswa.

    Ajang PAI FAIR merupakan kompetisi Pendidikan Agama Islam tingkat provinsi yang setiap tahunnya diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Tahun 2025, kompetisi ini dilaksanakan pada 4 November secara daring melalui aplikasi Zoom, sebagai bentuk adaptasi agar lomba tetap berjalan efektif, menarik, dan menjangkau peserta dari seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Tengah. Untuk wilayah Kotawaringin Timur, seluruh peserta mengikuti rangkaian lomba dari Aula Kantor Kemenag Kotim, yang telah disiapkan sebagai pusat pelaksanaan kegiatan virtual.

    Perjalanan Rusdi Menuju Juara

    M. Rusdi tampil sebagai salah satu peserta terbaik mewakili SMA IT Arafah Sampit. Meski kompetisi berlangsung secara virtual, tantangan yang dihadapi tidak sederhana. Para peserta harus mampu menjaga kualitas suara, artikulasi bacaan, serta kekhusyukan tilawah meski berada dalam situasi lomba online. Namun, hal ini tidak mengurangi semangat Rusdi dalam memberikan penampilan terbaiknya.

    Dalam MTQ, penilaian dilakukan secara ketat oleh juri profesional yang menilai berbagai aspek, mulai dari makhraj huruf, tajwid, irama lagu (nagham), hingga kelembutan suara dan keindahan bacaan. Rusdi berhasil menunjukkan konsistensi bacaan yang baik, penghayatan ayat yang mendalam, serta kualitas suara yang stabil. Kombinasi kemampuan teknis dan ketenangan inilah yang mengantarkan siswa SMA IT Arafah tersebut berhasil masuk tiga besar tingkat provinsi.

    Apresiasi dan Kebanggaan dari Guru Pembina

    Guru pembina MTQ SMA IT Arafah Sampit, M. Athoun Ni’am, menyampaikan rasa bangga dan haru atas pencapaian Rusdi. Menurutnya, prestasi ini bukan hanya hasil dari kemampuan bawaan, tetapi buah dari proses panjang yang dipenuhi latihan, kedisiplinan, serta komitmen.

    “Kami sangat bangga dengan pencapaian Rusdi. Dia sudah menunjukkan semangat berkompetisi dan kerja keras yang luar biasa. Persiapan lomba dilakukan dengan serius, mulai dari latihan rutin, pendalaman makhraj, hingga simulasi penampilan. Hasil ini benar-benar sepadan dengan usaha yang dilakukan,” ungkap Niam.

    Ia juga menambahkan bahwa Rusdi adalah salah satu siswa yang memiliki dedikasi tinggi terhadap Al-Qur’an. Selain rajin mengikuti pembinaan MTQ, Rusdi juga aktif dalam kegiatan keagamaan sekolah dan sering dipercaya untuk menjadi qari dalam acara-acara resmi SMA IT Arafah.

    “Semoga prestasi ini menjadi bekal berharga untuk masa depan Rusdi dan menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus dekat dengan Al-Qur’an,” tambahnya.

    Dukungan Sekolah dan Lingkungan Akademik yang Kondusif

    SMA IT Arafah Sampit dikenal sebagai sekolah yang tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pembinaan karakter, nilai-nilai keislaman, dan pengembangan bakat siswa. Prestasi Rusdi menjadi bukti bahwa program pembinaan yang dilakukan sekolah sejauh ini sejalan dengan tujuan tersebut.

    Kepala sekolah, dewan guru, serta seluruh warga sekolah turut mengapresiasi capaian ini sebagai kemenangan bersama. Prestasi di bidang MTQ dianggap sangat penting karena menjadi wujud nyata dari visi sekolah untuk melahirkan generasi yang religius, berprestasi, dan berakhlakul karimah.

    Pihak sekolah berharap prestasi yang diraih Rusdi dapat menjadi inspirasi bagi adik-adik kelas dan siswa lainnya untuk berani mengikuti ajang kompetisi serupa, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional.

    Semangat PAI FAIR 2025 dan Harapan ke Depan

    Meskipun dilaksanakan secara virtual, PAI FAIR 2025 tetap berlangsung meriah dan penuh kompetisi sehat. Ratusan peserta dari seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Tengah berpartisipasi dalam berbagai cabang lomba seperti MTQ, pidato PAI, lomba video pembelajaran, hingga karya tulis ilmiah.

    Torehan prestasi SMA IT Arafah Sampit dalam ajang ini menunjukkan bahwa sekolah mampu bersaing di tingkat provinsi dan siap terus meningkatkan kualitas pembinaan siswa. Ke depan, sekolah berkomitmen untuk memperluas pembinaan MTQ, memperkuat mentoring qira’ah, dan membuka kesempatan lebih besar bagi siswa yang ingin mendalami seni tilawah Al-Qur’an.

    “Kami berharap ajang PAI FAIR terus berlanjut dan menjadi ruang bagi generasi muda Islam untuk menumbuhkan bakatnya serta membawa nama baik daerah hingga tingkat nasional,” pungkas Niam.

    Prestasi Rusdi menjadi salah satu bukti bahwa semangat, kerja keras, dan dukungan yang tepat dapat menghasilkan pencapaian luar biasa. SMA IT Arafah Sampit akan terus berkomitmen mendampingi siswa-siswinya menjadi generasi Qur’ani yang berprestasi dan memberi manfaat bagi masyarakat.

  • SMA IT Arafah Raih Prestasi di Kemah Brigade Remaja Masjid Kotim 2025

    SMA IT Arafah Raih Prestasi di Kemah Brigade Remaja Masjid Kotim 2025

    SMA IT Arafah kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Kemah Brigade Remaja Masjid Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) 2025 yang digelar di Kompleks Islamic Center Sampit pada tanggal 7–8 November 2025.

    Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kotim ini diikuti oleh lebih dari 200 peserta dari berbagai sekolah, madrasah, dan pondok pesantren. Semangat para peserta terlihat sejak awal kegiatan yang berlangsung selama tiga hari dua malam tersebut.

    Membangun Generasi Muda yang Dekat dengan Masjid

    Kemah Brigade Remaja Masjid bukan sekadar kegiatan perkemahan biasa. Tujuan utamanya adalah membangun generasi muda yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap masjid sebagai pusat kegiatan umat.

    Di tengah tantangan era digital, di mana remaja sering kali lebih banyak berinteraksi dengan gadget, kegiatan ini menjadi ruang bagi mereka untuk kembali merasakan hangatnya kebersamaan, kedisiplinan, dan ibadah berjamaah.

    Melalui berbagai lomba dan kegiatan pembinaan, peserta diajak untuk memperdalam pemahaman tentang nilai-nilai Islam dan memperkuat karakter spiritual mereka. Beberapa kegiatan unggulan antara lain pelatihan fardu kifayah, shalat berjamaah, lomba yel-yel islami, dan penilaian K3 (Kebersihan, Kerapian, dan Ketertiban) di area perkemahan.

    Partisipasi SMA IT Arafah: 10 Peserta dengan Semangat Juang Tinggi

    Dalam kesempatan ini, SMA IT Arafah Sampit mengirimkan 10 peserta terbaik yang terdiri dari 5 siswa putra dan 5 siswi putri.
    Mereka merupakan perwakilan dari organisasi siswa dan remaja masjid sekolah yang telah dibina secara khusus untuk memiliki semangat dakwah, kedisiplinan, dan kerja sama tim.

    Sejak hari pertama, para peserta SMA IT Arafah menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka kompak mendirikan tenda, menjaga kebersihan, mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ibadah, dan berlatih yel-yel dengan penuh semangat.

    Kedisiplinan dan kekompakan tersebut akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Dalam pengumuman penutupan acara, tim Arafah berhasil membawa pulang sejumlah penghargaan di berbagai kategori lomba.

    Deretan Juara yang Diraih SMA IT Arafah

    Berikut hasil prestasi yang diraih oleh tim SMA IT Arafah dalam Kemah Brigade Remaja Masjid Kotim 2025:

    Kategori Putra

    • 🏅 Juara Harapan 1 – Lomba Yel-yel Islami
    • 🥉 Juara 3 – Lomba K3 (Kebersihan, Kerapian, dan Ketertiban)
    • 🏅 Juara Harapan 2 – Lomba Shalat

    Kategori Putri

    • 🥈 Juara 2 – Lomba Yel-yel Islami
    • 🥈 Juara 2 – Lomba K3
    • 🏅 Juara Harapan 2 – Lomba Shalat

    Kemenangan ini tidak hanya membuktikan kemampuan siswa-siswi SMA IT Arafah dalam berkompetisi, tetapi juga menunjukkan karakter tangguh dan akhlak Islami yang menjadi ciri khas santri Arafah.

    Makna dan Nilai yang Dipetik dari Kegiatan

    Bagi peserta, pengalaman mengikuti Kemah Brigade Remaja Masjid ini menjadi pelajaran berharga tentang arti tanggung jawab, kerja sama, dan ukhuwah Islamiyah.
    Mereka belajar untuk hidup mandiri, menjaga kebersihan lingkungan, mematuhi aturan, serta menghormati sesama peserta dari sekolah lain.

    Selain itu, kegiatan fardu kifayah yang dipraktikkan secara langsung memberi pemahaman mendalam tentang tanggung jawab sosial umat Islam terhadap sesama.
    Kegiatan semacam ini juga menjadi wadah pembentukan mental pemimpin muda, yang siap berkontribusi bagi masyarakat dan lingkungan sekitar melalui masjid.

    Apresiasi dari Pihak Sekolah

    Kepala SMA IT Arafah menyampaikan apresiasi tinggi kepada para peserta dan pembina yang telah mempersiapkan dengan sungguh-sungguh:

    “Alhamdulillah, anak-anak tampil luar biasa. Mereka bukan hanya membawa nama sekolah, tetapi juga menunjukkan karakter santri yang tangguh, sopan, dan berakhlak. Semoga pengalaman ini menambah semangat mereka untuk terus aktif di masjid dan menjadi teladan bagi teman-temannya.”

    Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini sejalan dengan visi SMA IT Arafah dalam membentuk generasi beriman, cerdas, dan berdaya guna.
    Semangat kemandirian dan kedekatan dengan masjid akan terus ditanamkan dalam berbagai program sekolah, baik di kegiatan pembelajaran, mentoring, maupun kegiatan asrama.

    Penutup: Langkah Kecil Menuju Generasi Masjid

    Partisipasi SMA IT Arafah dalam Kemah Brigade Remaja Masjid Kotim 2025 bukan hanya tentang lomba dan prestasi, tetapi tentang menumbuhkan ruh dakwah di kalangan pelajar.
    Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa masjid bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan, pendidikan, dan perjuangan umat.

    Dengan semangat ukhuwah dan kedisiplinan yang terus dijaga, SMA IT Arafah berharap dapat melahirkan generasi muda yang mencintai masjid, berakhlak mulia, dan siap menjadi pemimpin masa depan yang membawa cahaya Islam ke tengah masyarakat.

  • Kunjungan Edukatif ke PMI: Saat Teori Biologi Bertemu Nilai Kemanusiaan

    Kunjungan Edukatif ke PMI: Saat Teori Biologi Bertemu Nilai Kemanusiaan

    Sampit, 6 November 2025 — Siswa kelas XI A Putra dan Putri SMA IT Arafah mengikuti kunjungan pembelajaran ke Palang Merah Indonesia (PMI) Kotawaringin Timur. Kegiatan ini menjadi bagian dari pelajaran Biologi yang dipandu oleh Mam Dita Wardianur, S.Pd. Tujuannya memperdalam pemahaman siswa tentang sistem peredaran darah serta menumbuhkan empati dan kepedulian sosial.

    “Kami memilih PMI karena lembaga ini berperan penting dalam bidang kemanusiaan dan kesehatan,” ujar Mam Dita. “Siswa bisa melihat langsung bagaimana teori Biologi diterapkan dalam kehidupan nyata.”

    Belajar Biologi Langsung dari Kehidupan

    Dalam kunjungan ini, siswa mempelajari peredaran darah, komponen darah, serta golongan darah ABO dan Rhesus. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga mengamati proses donor darah, pengelolaan darah donor, dan pemeriksaan golongan darah secara langsung.

    Selain itu, kegiatan ini membantu siswa memahami hubungan antara teori dan praktik. “Melalui kegiatan ini, konsep Biologi yang abstrak jadi lebih nyata dan mudah dipahami,” jelas Mam Dita. “Siswa menyadari bahwa darah bukan sekadar teori, tetapi bagian penting dari kehidupan.”

    Lebih jauh, pembelajaran di PMI juga menanamkan nilai empati, gotong royong, dan kepedulian sosial. Dengan cara ini, siswa belajar bahwa membantu sesama bisa dimulai dari langkah kecil seperti donor darah.

    Antusiasme dan Pembelajaran Bernilai

    Selama kegiatan berlangsung, antusiasme siswa terlihat sangat tinggi. Mereka aktif bertanya tentang proses donor, alat medis, hingga syarat menjadi pendonor. Kemudian, beberapa dari mereka bahkan menyatakan keinginan untuk menjadi relawan PMI di masa depan.

    Salah satu siswa berbagi pengalamannya,

    “Bagian paling menarik itu saat cek golongan darah. Saya belajar cara menjaga diri dan menolong orang lain. Kegiatannya luar biasa dan bikin lebih paham dibanding belajar di kelas.”

    Sementara itu, siswa lain menilai kegiatan ini menyenangkan dan inspiratif. Mereka berharap sekolah kembali mengadakan kunjungan serupa. Bahkan, beberapa mengusulkan lokasi baru seperti museum, pabrik pengolahan, atau rumah sakit agar bisa terus belajar dari pengalaman nyata.

    Refleksi Guru

    Bagi Mam Dita, pengalaman paling berkesan adalah melihat semangat belajar para siswa. Mereka tampak antusias, berani bertanya, dan mampu menghubungkan teori Biologi dengan praktik lapangan.

    “Saya bangga melihat mereka berani bereksplorasi. Mereka juga menunjukkan empati tinggi pada petugas PMI,” ungkapnya.

    Kemudian, hasil kunjungan ini akan dimanfaatkan dalam pembelajaran lanjutan. Siswa diminta menulis laporan observasi dan refleksi pribadi, lalu membuat kampanye pentingnya donor darah di sekolah. Dengan demikian, pengalaman ini tidak hanya berhenti di lapangan, tetapi juga menginspirasi tindakan nyata di lingkungan sekolah.

    Pendidikan yang Menghidupkan Nilai

    Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan di SMA IT Arafah tidak berhenti di ruang kelas, melainkan hidup di tengah masyarakat. Melalui pembelajaran kontekstual seperti ini, siswa tidak hanya belajar tentang organ tubuh, tetapi juga memahami nilai kemanusiaan.

    Selain itu, kegiatan semacam ini menegaskan bahwa sains dan moral dapat berjalan beriringan.

    “Kami ingin setiap siswa sadar bahwa ilmu yang mereka pelajari berdampak bagi kehidupan. Biologi bukan hanya soal tubuh manusia, tapi juga tentang kepedulian terhadap sesama,” tutup Mam Dita.

    Pada akhirnya, kunjungan ke PMI menjadi pengalaman bermakna yang menumbuhkan rasa empati, semangat belajar, dan tanggung jawab sosial pada diri siswa.

     

  • Siswa SMA IT Arafah Raih Juara 1 MTQ di Ajang PAI Fair Kabupaten Kotim

    Siswa SMA IT Arafah Raih Juara 1 MTQ di Ajang PAI Fair Kabupaten Kotim

    Sampit – Prestasi gemilang kembali diraih oleh siswa SMA IT Arafah Boarding School. Muhammad Rusdi, siswa kelas XI, berhasil meraih Juara 1 Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dalam ajang PAI Fair tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur yang digelar pada Senin, 27 Oktober 2025.

    Kompetisi ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai SMA/SMK se-Kabupaten Kotawaringin Timur. Dalam lomba tersebut, Rusdi tampil memukau dengan bacaan Al-Qur’an yang indah, tajwid yang tepat, dan suara yang penuh penghayatan, sehingga berhasil merebut perhatian dewan juri dan meraih nilai tertinggi.

    Kepala SMA IT Arafah, Fahrizal, S.S., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian tersebut.

    “Alhamdulillah, kami sangat bangga atas prestasi yang diraih Rusdi. Ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan keagamaan dan tilawah Al-Qur’an di SMA IT Arafah berjalan dengan baik. Semoga Rusdi bisa terus mengukir prestasi hingga ke tingkat provinsi dan membawa nama baik sekolah serta Kotawaringin Timur,” ujarnya.

    Dengan kemenangan di tingkat kabupaten ini, Muhammad Rusdi resmi menjadi wakil Kabupaten Kotawaringin Timur untuk melanjutkan kompetisi MTQ pada ajang PAI Fair tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.

    Prestasi ini sekaligus menegaskan komitmen SMA IT Arafah dalam melahirkan generasi Qur’ani yang berprestasi, berkarakter, dan siap menjadi inspirasi bagi pelajar di Kalimantan Tengah.

  • SMA IT Arafah Sampit Jadi Tuan Rumah Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke-8 Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah

    SMA IT Arafah Sampit Jadi Tuan Rumah Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke-8 Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah

    Sampit – SMA IT Arafah Sampit resmi menjadi tuan rumah pelaksanaan Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke-8 tingkat Provinsi Kalimantan Tengah, yang digelar pada Sabtu, 23 Agustus 2025.

    Ketua Panitia OBA 8 Kalimantan Tengah, Soliansyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga sarana menumbuhkan semangat dan kecintaan generasi muda terhadap bahasa Arab.

    “OBA bukan hanya ajang lomba, tetapi juga wadah untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa Arab. Kami berharap para peserta, khususnya yang akan mewakili Kalimantan Tengah di tingkat nasional, terus mengasah kemampuan dan semangat belajarnya,” ujar Soliansyah, Minggu (24/8/2025).

    Ajang bergengsi ini diikuti oleh 20 peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah, yang berasal dari jenjang MI, MTs, dan SMA/MA. Para peserta berkompetisi dalam berbagai kategori lomba yang menguji kemampuan berbahasa Arab, mulai dari tata bahasa (nahwu dan sharaf), keterampilan membaca (qira’ah), kosakata (mufradat), hingga pemahaman teks.

    Kompetisi berlangsung dengan ketat dan penuh semangat. Setiap peserta dituntut menunjukkan kemampuan terbaiknya karena standar penilaian yang diterapkan cukup tinggi.

    “Kami mengapresiasi semangat seluruh peserta yang telah berjuang dalam ajang bergengsi ini. Semoga pengalaman ini menjadi motivasi untuk terus mencintai dan mempelajari bahasa Arab,” tambahnya.

    Dengan terselenggaranya OBA 8 di SMA IT Arafah Sampit, diharapkan lahir generasi muda yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter Islami, yang mampu menjadikan bahasa Arab sebagai sarana memperluas wawasan serta mempererat ukhuwah antar daerah maupun antar bangsa.

    (Tim Media SMA IT Arafah)

  • Siswa SMP IT Arafah Lakukan Kunjungan Ilmiah ke Kulliyyat Diniyyah Al Arafah

    Siswa SMP IT Arafah Lakukan Kunjungan Ilmiah ke Kulliyyat Diniyyah Al Arafah

    Pelajari Jejak Pesantren di Kabupaten Kotawaringin Timur

    SAMPIT – Dalam rangka pendalaman materi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), para siswa SMP IT Arafah melaksanakan kegiatan Kunjungan Ilmiah ke Kulliyyat Diniyyah Al Arafah, Kamis, 22 Oktober 2025.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari studi lapangan yang bertujuan menelusuri jejak sejarah dan peran pesantren di Kabupaten Kotawaringin Timur, sekaligus memperkenalkan kepada siswa tentang sistem pendidikan pesantren modern yang memadukan nilai keislaman dan pembentukan karakter.

    Selama kegiatan berlangsung, para siswa mendapatkan penjelasan langsung mengenai kehidupan santri, sistem pembelajaran, serta nilai-nilai kemandirian yang diterapkan di Kulliyyat Diniyyah Al Arafah.

    Menurut Pimpinan Kulliyyat Diniyyah Al Arafah, Ustaz M. Athoun Ni’am, kegiatan ini menjadi sarana positif untuk membuka wawasan siswa mengenai kehidupan di pesantren modern.

    “Kegiatan ini sangat baik untuk memberikan gambaran nyata bahwa santri tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga ditempa menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, dan kreatif,” ujarnya.

    Kunjungan tersebut juga memberikan pengalaman berharga bagi siswa dalam memahami pesantren masa kini yang tidak hanya berfokus pada ilmu agama, tetapi juga menumbuhkan karakter, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis.

    Lebih lanjut, pesantren dinilai memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai keislaman, adab, dan moral generasi muda. Karena itu, kegiatan seperti ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap pesantren serta semangat untuk terus belajar dalam bingkai nilai-nilai Islam.

    “Pesantren adalah benteng utama penjaga akhlak dan syariat Islam. Semoga semakin banyak anak muda yang tertarik dan mencintai dunia pesantren,” imbuh Ustaz Athoun.

    Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya memperoleh pembelajaran teoretis dari kelas, tetapi juga pengalaman nyata mengenai kontribusi pesantren dalam sejarah dan perkembangan Islam di Indonesia.

    Kegiatan tersebut juga memperkuat kolaborasi antara lembaga pendidikan formal dan pesantren dalam membentuk generasi yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia di Kabupaten Kotawaringin Timur.